Lompat ke konten utama
Cari

Mengelola dampak pada masyarakat

ExxonMobil terus berusaha untuk memberikan dampak positif pada masyarakat di tempat kami beroperasi. 

Kami berupaya untuk berperan dalam kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat di tempat kami beroperasi. Kami percaya bahwa menjaga sikap yang menghormati hak asasi manusia, mengelola dampak pada masyarakat secara bertanggung jawab, dan memberi manfaat berharga kepada masyarakat adalah bagian tak terpisahkan dari keberhasilan dan keberlanjutan bisnis kami.

Aspek sosioekonomi dari bisnis kami dikelompokkan menjadi tujuh kategori besar, sebagaimana diuraikan di bawah ini: hak asasi manusia; hubungan dengan masyarakat; kaum pribumi; warisan dan keragaman budaya; serta penggunaan lahan dan pemindahan permukiman. 

ExxonMobil bekerja di wilayah operasi dengan berbagai masyarakat di seluruh dunia, masing-masing dengan budaya, kebutuhan, dan sensitivitas yang unik. Kami berupaya keras menimbulkan dampak positif pada masyarakat di tempat kami tinggal dan beroperasi. Kami percaya bahwa upaya proaktif dalam menangani potensi masalah dan upaya untuk meningkatkan manfaat bagi masyarakat, adalah bagian tak terpisahkan dari pembinaan hubungan jangka panjang yang positif.

ExxonMobil percaya bahwa pendekatan yang konsisten dapat membantu karyawan, kontraktor, dan mitra dalam menangani masalah sosioekonomi secara efektif. Kami menggunakan Standar Pengelolaan Sosioekonomi Bisnis Hulu untuk mengidentifikasi potensi dampak sosioekonomi beserta risiko terkait, kemudian mengembangkan dan menerapkan tindakan yang tepat untuk menghindari, mengurangi, memperbaiki, serta memantau.

Pada 2010, ExxonMobil mendirikan pusat keahlian pengelolaan sosioekonomi (Center of Expertise/COE) memastikan pendekatan sistematis dalam situasi yang dinamis dan berkembang. COE memiliki tim penasihat fungsional dengan berbagai perwakilan dari lini bisnis perusahaan yang relevan, seperti pengadaan, perbendaharaan, lahan, keamanan, kesehatan medis dan kesehatan kerja, serta urusan masyarakat dan pemerintah. Tim penasihat bertemu dua kali setahun untuk meninjau dan membahas strategi, keselarasan, dan arah mengenai pertimbangan sosioekonomi. COE juga bertemu dengan Panel Penasihat External Citizenship setiap tahun untuk meninjau prakarsa dan mendapatkan wawasan serta arahan untuk upaya selanjutnya.

Selain itu, pelatihan pengelolaan sosioekonomi tentang implementasi Standar Pengelolaan Sosioekonomi Bisnis Hulu beserta semua unsurnya diselenggarakan dua kali setahun. Pelatihan ini menyediakan forum untuk lebih dari 100 karyawan ExxonMobil dari 18 negara untuk berkolaborasi serta bertukar gagasan dan pengalaman. 

Demi mengoptimalkan peluang guna menciptakan dan meningkatkan dampak sosioekonomi yang positif, kami berupaya untuk mengidentifikasi dampak sebenarnya dan dampak potensial sedari dini. Dengan mengidentifikasi aspek sosioekonomi yang relevan, kami memastikan bahwa kegiatan hulu kami secara proaktif mengidentifikasi risiko sosioekonomi dan menerapkan solusi yang sesuai secara tepat waktu.

Hubungan dengan masyarakat

Bekerja secara kolaboratif dan transparan dengan masyarakat lokal sangat penting untuk menjalin hubungan jangka panjang yang positif serta membina dukungan yang berkelanjutan bagi kegiatan kami. Kami melakukan segala upaya untuk berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan masyarakat secara berkala dengan tujuan bertukar informasi dan secara proaktif mengidentifikasi masalah atau kekhawatiran mereka. Dengan mengintegrasikan hasil diskusi ini ke dalam proses pengambilan keputusan, kami dapat turut menghindari atau mengurangi dampak kami pada masyarakat, meningkatkan manfaat, mengurangi penghambat, biaya, dan mencegah memburuknya masalah.

ExxonMobil menentukan program kemasyarakatan di wilayah operasi dan protokol hubungan dengan pemerintah menggunakan Best Practices in External Affairs (BPEA) yang digabungkan dengan ESHIA dan Environmental, Social and Health Management Plan (ESHMP). Proses BPEA kami dirancang untuk turut mengidentifikasi kebutuhan, ekspektasi, dan minat khusus masyarakat setempat, serta menyelaraskan kebutuhan itu dengan program kami dalam membantu masyarakat. Kami memanfaatkan ESHIA untuk mengidentifikasi dampak sebenarnya dan dampak potensial dari proyek tertentu dan berbagai cara untuk menghindari, mengurangi, atau menanggulangi dampak tersebut. BPEA dan ESHIA bersama-sama turut membina dan menjaga hubungan yang positif dan transparan di masyarakat tempat kami beroperasi.

Kami berupaya memastikan bahwa para pemangku kepentingan terwakili dengan adil saat diadakan pembahasan terkait masalah kemasyarakatan dan pengambilan keputusan. Setelah suatu proyek dimulai, kami membuka saluran komunikasi untuk kelompok masyarakat dan perorangan untuk menyampaikan kekhawatiran mereka. Standar Pengelolaan Sosioekonomi Bisnis Hulu mencakup ketentuan untuk menerapkan proses penanganan keluhan yang sistematis dan transparan untuk menjawab kekhawatiran perorangan maupun kelompok terkait operasi kami. Apabila diperlukan, tersedia personel khusus yang bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mengelola proses yang akhirnya digunakan emetakan, melacak, menganalisis, dan menanggapi keluhan masyarakat.

Masyarakat pribumi

Kegiatan operasi kami terkadang terdapat di wilayah yang dihuni atau secara historis digunakan oleh masyarakat adat. Dalam situasi seperti ini, kami bekerja sama dengan masyarakat pribumi untuk melindungi budaya dan adat istiadat mereka dengan penuh rasa hormat. Pendekatan kami untuk berinteraksi dengan masyarakat pribumi di seluruh dunia dilakukan dengan konsisten mengikuti empat pedoman berikut:

  • Konvensi ILO  169 Mengenai Masyarakat Pribumi dan Suku di Negara Merdeka
  • Deklarasi Persatuan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Masyarakat Pribumi
  • Standar Kinerja pada Ketahanan Lingkungan dan Sosial oleh International Finance Corporation
  • Kebijakan Operasional dan Prosedur tentang Masyarakat Pribumi oleh Bank Dunia

Ketika menjalin hubungan dengan masyarakat pribumi, salah satu tujuan utama kami adalah untuk mengetahui bagaimana mereka memilih untuk terlibat. Sebagai contoh, masyarakat dapat memutuskan apakah mereka ingin kami untuk menemui pemimpin setempat, sesepuh masyarakat atau perwakilan lainnya, dan apakah proses-proses tersebut dilakukan dalam forum publik, baik formal maupun informal. Kami mendorong masyarakat untuk membuat pilihan terkait seberapa sering dan berapa lama pertemuan dilakukan serta perwakilan yang akan memberikan sudut pandang atau menjelaskan keinginan mereka.

Selain itu, kami berusaha memberikan pelatihan yang saling menguntungkan, pekerjaan, dan peluang bisnis kepada masyarakat pribumi melalui program bermuatan lokal dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. 

Warisan dan keragaman budaya

Kita peka terhadap masalah-masalah seputar penyeimbangan warisan budaya dengan keinginan untuk pembangunan ekonomi. Rasa hormat kami terhadap warisan budaya dan adat istiadat masyarakat setempat diterapkan ke dalam praktik bisnis kami sehari-hari. Untuk proyek Upstream, kami memasukkannya ke dalam perencanaan proyek, desain dan pertimbangan pelaksanaan seperti situs dan daerah warisan budaya, spiritual, atau sakral, konservasi keanekaragaman hayati, pengetahuan tradisional dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

Sebelum mulai bekerja pada suatu daerah, kami mengidentifikasi situs potensi kebermaknaan budaya menggunakan proses identifikasi warisan budaya. Selain itu, kami memanfaatkan studi yang relevan untuk memperdalam pengetahuan bagi tenaga kerja kami dan memberikan pelatihan kepada personel konstruksi dan kontraktor lahan kami tentang pengelolaan tantangan warisan budaya. Tujuan kami adalah untuk melestarikan situs budaya dan artefak secara tepat.

Penggunaan lahan dan pemindahan pemukiman

ExxonMobil menggunakan praktik dan kebijakan untuk menghormati hak-hak properti dan bangunan di lokasi di mana kami beroperasi, dan kami memberikan perhatian khusus ke daerah-daerah yang dihuni oleh masyarakat pribumi. Setiap kali suatu lahan diperlukan untuk pengerjaan proyek, kami mematuhi persyaratan peraturan yang berlaku di negara bersangkutan yang mengatur tentang pengambilalihan lahan. Jika proyek didanai dari luar, kami juga mematuhi persyaratan penggunaan lahan, akses, dan pemukiman yang ditetapkan oleh pemberi pinjaman. Selain itu, konsisten dengan Standar Kinerja IFC 2012, kami berusaha untuk mendapatkan persetujuan dari masyarakat pribumi sebelum memulai kegiatan pembangunan.

Kami memahami bahwa anggota masyarakat seringkali khawatir tentang bagaimana kegiatan kami dapat mempengaruhi tempat tinggal dan gaya hidup mereka. Ketika mengelola dampak penggunaan lahan yang terkait, kami bertujuan untuk meminimalkan migrasi melalui proses pemilihan lokasi dengan pendekatan multidimensi. Beberapa lokasi potensial biasanya dinilai berdasarkan kriteria teknis seperti ketersediaan, aksesibilitas, keselamatan, keamanan dan daya konstruksi, serta pertimbangan lingkungan dan sosial. Semua faktor ini kemudian dievaluasi dan lokasinya dibuat peringkat untuk menentukan pilihan dengan risiko terendah. Ada beberapa kasus dimana kita telah mengalihkan infrastruktur atau memilih lokasi alternatif lain untuk sebuah fasilitas dikarenakan adanya masalah yang berhubungan dengan perpindahan pemukiman.

Ketika pemindahan pemukiman tidak dapat dihindari, kami berusaha untuk memastikan pemulihan mata pencaharian masyarakat yang direlokasi dengan mengembangkan dan mengimplementasikan program pemindahan di wilayah tertentu didampingi oleh konsultan dan pemilik tanah, serta meninjau dan memetakan struktur rumah, kebun, satwa liar, produk alami, daerah panen, dan aset lainnya. Tim penelaah juga mengidentifikasi orang-orang atau kelompok-kelompok yang mungkin lebih merasakan dampak dari adanya pemindahan di banding pihak lainnya. Bila perlu, kami terus memantau orang-orang atau kelompok tersebut dan memberikan mereka program bantuan prioritas. 

Tutup