Lompat ke konten utama
Cari

Lebih dekat dengan: Mekanisme pengelolaan pengaduan masyarakat di Indonesia

ExxonMobil memiliki sejarah panjang di Indonesia — Socony, pendahulu Mobil, membuka kantor pemasaran di Pulau Jawa pada tahun 1898, dan Esso masuk ke Indonesia pada tahun 1912. Produksi minyak awal dari Lapangan Minyak Banyu Urip dimulai pada tahun 2008. Aktivitas pembangunan untuk proyek ini, yang memproduksi minyak di darat dan disalurkan melalui pipa untuk dikirimkan dari tempat penyimpanan kapal alir-muat terapung di lepas pantai mulai dilaksanakan pada Desember 2011. Pada 2015, proyek Banyu Urip telah selesai dibangun dan sekarang telah mencapai tingkat produksi 185.000 barel minyak per hari - lebih dari 20 persen target produksi nasional.

Banyu Urip berlokasi di Bojonegoro yang padat penduduk, di bagian timur Pulau Jawa. Selama beberapa tahun terakhir kami aktif bekerja bersama masyarakat setempat untuk mengatasi sejumlah tantangan yang mereka hadapi. Wilayah ini memiliki angka pengangguran tinggi di kelompok masyarakat usia produktif, dan masyarakat mengharapkan lapangan kerja, peluang bisnis, dan program dukungan masyarakat selama berlangsungnya kegiatan operasi di Banyu Urip. Sengketa kepemilikan lahan juga menjadi tantangan besar.

Kami menyikapi tantangan ini secara proaktif dengan membentuk tim sosioekonomi yang terdiri atas sejumlah pakar khusus, serta personel di lapangan yang siap membina hubungan erat dengan para pemangku kepentingan masyarakat. Pada tahun 2012, Proyek Banyu Urip membentuk Prosedur Pengelolaan Pengaduan Masyarakat dengan komitmen menyelesaikan pengaduan dan memastikan masalah ditangani dengan cepat melalui dialog terbuka dengan masyarakat. Di akhir 2014, tersisa 14 pengaduan yang belum terselesaikan dari 424 pengaduan yang diterima.

Foto — Kami menyelenggarakan rapat besar untuk mendengarkan masalah masyarakat dan membina hubungan erat dengan pemangku kepentingan lokal.

Tutup