Lompat ke konten utama
Cari

Blok Cepu

Kontrak Kerja Sama (KKS) Cepu ditandatangani pada 17 September 2005, mencakup wilayah kontrak Cepu di Jawa Tengah dan Jawa Timur. ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Ampolex Cepu Pte Ltd., PT Pertamina EP Cepu dan empat Badan Usaha Milik Daerah: PT Sarana Patra Hulu Cepu (Jawa Tengah), PT Asri Dharma Sejahtera (Bojonegoro), PT Blora Patragas Hulu (Blora) dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana (Jawa Timur) yang tergabung menjadi kontraktor di bawah KKS Cepu.

ExxonMobil memegang 45 persen dari total saham partisipasi Blok Cepu. KKS Cepu ini akan berlanjut hingga 2035. Sebuah Perjanjian Operasi Bersama atau Joint Operating Agreement (JOA) telah ditandatangani oleh pihak-pihak kontraktor, dimana ExxonMobil berperan sebagai operator dari KKS Cepu mewakili para Kontraktor.

Pengembangan dan produksi Proyek Cepu diharapkan memberi dampak positif bagi industri lain dan masyarakat lokal di Pulau Jawa melalui peningkatan hasil ekonomi, lapangan kerja dan proyek-proyek pengembangan masyarakat.

Proyek Banyu Urip

Proyek Banyu Urip merupakan pengembangan awal di bawah Wilayah Kontrak Cepu dengan perkiraan cadangan minyak sebesar 450 juta barel yang diumumkan pada April 2001. Pada produksi puncaknya, Banyu Urip memproduksi sebanyak 165.000 barel minyal per hari. Produksi awal lapangan Banyu Urip dimulai pada Desember 2008 melalui Fasilitas Produksi Awal (Early Production Facility/EPF) yang mulai berproduksi dengan kapasitas 20.000 barel minyak per hari pada Agustus 2009.

Pengembangan penuh lapangan

Pengembangan penuh lapangan Banyu Urip terdiri dari Fasilitas Pengolahan Pusat (Central Processing Facility/CPF), jalur pipa darat dan lepas-pantai serta fasilitas penyimpanan dan alir-muat terapung (Floating Storage and Offloading/FSO). CPF, yang terletak 10 km sebelah tenggara Cepu dan 20 km barat daya Bojonegoro di tengah ladang minyak, akan memproses dan mengolah minyak mentah yang diproduksi.

Foto — Fasilitas Pengolahan Pusat dari Lapangan Banyu Urip yang terletak di Bojonegoro, Jawa Timur. 

Minyak yang telah diolah disalurkan dengan sarana jaringan pipa minyak berinsulasi dengan diameter 20 inchi yang tertanam di bawah tanah hingga pantai Tuban, yang kemudian disalurkan melalui pipa bawah laut menuju fasilitas FSO. Kapal tanker kemudian akan memuat minyak mentah dari FSO untuk dikirimkan ke pasar domestik dan dunia.

Eksplorasi di Blok Cepu

Pada bulan April 2011, EMCL menemukan tambahan cadangan minyak di lapangan Kedung Keris, yang merupakan penemuan minyak kedua di Blok Cepu. Pengembangan sumur Kedung Keris sedang dilakukan untuk memproduksi minyak tersebut melalui CPF Banyu Urip menuju FSO. EMCL juga telah menemukan empat cadangan gas di Blok Cepu sejak dimulainya kegiatan eksplorasi pada tahun 1999.

Tutup