Lompat ke konten utama
Cari

Berita

Jumat, 10 Jul. 2015  

ExxonMobil memberikan kontribusi senilai lebih dari Rp 40 milyar untuk program pendidikan dan pengembangan usaha masyarakat

- Kontribusi Rp 23 milyar akan mendukung pendirian pusat belajar masyarakat untuk pengembangan bisnis

- Kontribusi tersebut merupakan tambahan dari Rp 21 milyar yang digunakan untuk Program Pengembangan Sekolah di enam sekolah

JAKARTA, 10 Juli 2015 – ExxonMobil Cepu Limited, afiliasi Exxon Mobil Corporation, hari ini mewujudkan kontribusi senilai Rp 23 milyar untuk program pengembangan masyarakat di Banyu Urip. Kontribusi ini merupakan rangkaian dari dukungan senilai Rp 21 milyar pada Maret 2015, untuk program pendidikan.

Kontribusi ini diberikan seiring penyelesaian pengembangan proyek Banyu Urip. Proyek tersebut memberikan manfaat yang signifikan dan berkelanjutan untuk Indonesia dan masyarakat lokal, termasuk investasi senilai lebih dari US$ 3 milyar dan kontrak yang diberikan kepada lebih dari 460 perusahaan Indonesia.

Yayasan Bina Swadaya akan mendirikan dan mengembangkan pusat belajar masyarakat di Banyu Urip dengan kontribusi senilai Rp 23 milyar dari ExxonMobil Cepu Limited dan para mitra Blok Cepu, PT Pertamina EP Cepu dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu, dengan dukungan SKK Migas. Pusat belajar tersebut akan membantu masyarakat dalam pengembangan produk, manajemen keuangan, pemasaran dan rantai pemasok, serta pendampingan usaha. Inkubator bisnis juga akan memberikan pelatihan berupa pertanian ramah lingkungan, peternakan, perikanan dan industri rumahan.

Kontribusi ini akan melayani kira-kira 550 rumah tangga di 22 desa di sekitar proyek Banyu Urip. Pinjaman mikro juga dimasukkan dalam elemen program untuk membantu pendirian usaha baru.

Pada Maret 2015 lalu, kontribusi senilai Rp 21 milyar dari Exxon Mobil Corporation diberikan kepada enam sekolah di Bojonegoro dan Tuban lewat Program Pengembangan Sekolah, bersama Yayasan Putera Sampoerna. Program tersebut akan memberi bantuan berupa peningkatan manajemen dan tata kelola sekolah, pelatihan bagi guru, pengembangan kurikulum, serta pelatihan bagi murid. Kira-kira 360 guru sekolah menengah atas akan mendapat manfaat. Program tersebut juga melibatkan masyarakat di sekitar sekolah.

“Kami bangga dapat bekerja sama dengan Yayasan Bina Swadaya dan Yayasan Putera Sampoerna pada program-program ini,” kata Jon Gibbs, President ExxonMobil Cepu Limited, saat lokakarya bersama masyarakat hari ini. “Dengan bekerja bersama masyarakat, kami terus membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di mana kami beroperasi.”

Ayu Bulan, Pengawas Program dari Yayasan Bina Swadaya mengatakan, “Melalui program inkubator bisnis ini, bersama dengan masyarakat Bojonegoro dan Tuban, kami akan mengembangkan usaha masyarakat dan memberikan pelatihan. Kami percaya, prakarsa ini akan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal melalui pendirian dan pendampingan usaha kecil.”

Proyek Banyu Urip—yang merupakan kemitraan dari ExxonMobil Cepu Limited, PT Pertamina EP Cepu, dan Badan Kerja Sama PI Blok Cepu—telah melakukan pengembangan bagi lebih dari 70.000 anggota masyarakat di Bojonegoro, Tuban, dan Blora, dalam bidang pengembangan tenaga kerja, pengembangan pemasok, dan program pengembangan masyarakat. Blok Cepu dioperatori oleh ExxonMobil Cepu Limited berdasarkan kontrak bagi hasil (production sharing contract / PSC) di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas.

ExxonMobil Cepu Limited memfokuskan program pengembangan masyarakatnya pada bidang pendidikan, kesehatan dan pengembangan ekonomi. ExxonMobil Cepu Limited dahulu bernama Mobil Cepu Ltd. Prakarsa pengembangan ekonomi masyarakat yang lain juga sedang berjalan, termasuk di antaranya: program kewirausahaan dan kejuruan bagi pemuda, program agen teknologi bagi perempuan, dan program biogas. Untuk mengembangkan program tersebut, ExxonMobil bermitra dengan organisasi pendamping program tingkat lokal dan nasional.

Tutup