Lompat ke konten utama
Cari

Transparansi

Upaya kami untuk mendorong transparansi pendapatan telah turut memerangi korupsi, meningkatkan akuntabilitas pemerintah, dan mendorong stabilitas ekonomi di seluruh dunia.

Selama bertahun-tahun ExxonMobil mendukung keterlibatan berbagai pemangku kepentingan di negara-negara di seluruh dunia dengan tujuan meningkatkan transparansi pendapatan pemerintah dari industri ekstraktif. Upaya kami untuk mendorong transparansi pendapatan telah turut mengurangi korupsi, meningkatkan akuntabilitas pemerintah, dan mendorong stabilitas ekonomi di seluruh dunia. Kami percaya bahwa prakarsa transparansi akan berhasil jika memastikan bahwa setiap entitas publik, swasta, dan kemasyarakatan sepenuhnya dilibatkan dan diwakili dengan benar. Prakarsa yang berhasil harus menghormati kedaulatan nasional dan kebiasaan lokal, serta berlaku bagi setiap perusahaan di semua sektor yang relevan.

Kami terus-menerus memantau dan berpartisipasi dalam pengembangan kebijakan publik dan peraturan sehubungan dengan prakarsa transparansi. Pada tahun 2012 Komisi Bursa Saham AS (U.S. Securities and Exchange Commission, SEC) menerbitkan usulan aturan untuk pelaporan pembayaran pemerintah global sebagaimana diwajibkan oleh Dodd-Frank Act. Sebuah Pengadilan Negeri AS membatalkan aturan SEC awal pada tahun 2013 karena dianggap menyebabkan kerugian komersial dan persaingan pada perusahaan-perusahaan AS. American Petroleum Institute (API), yang dianggotai oleh ExxonMobil, mengajukan rekomendasi kepada SEC yang menjabarkan kemungkinan pendekatan baru terhadap pelaporan transparansi yang berfokus pada penerimaan pemerintah menurut jenis sumber daya dan metode produksi, serta yang melindungi perusahaan agar tidak mengungkapkan informasi yang sensitif secara komersial. Rekomendasi ini juga akan memberikan informasi yang diperlukan warga negara untuk menghitung pendapatan pemerintah dari sumber daya tersebut.

Pada bulan Juli 2013, Uni Eropa (EU) menyetujui perubahan peraturan akuntansi yang mengharuskan pelaporan pembayaran pemerintah. Inggris menerapkan aturan pelaporan ini pada tahun 2015, dan tahun ini diperkirakan sejumlah negara anggota EU lain akan melakukan hal tersebut. Kami tetap khawatir tentang aturan EU baru, yang menerapkan pendekatan sepotong-sepotong yang tidak akan memberikan sarana bagi masyarakat sipil untuk mengumpulkan dan menganalisis pendapatan pemerintah atau memberi perlindungan kepada perusahaan agar tidak mengungkapkan informasi yang sensitif secara komersial. Bagaimanapun, kami sedang menyiapkan sistem dan proses pengumpulan, verifikasi, dan pelaporan data untuk mematuhi persyaratan baru saat aturan tersebut diserap ke dalam hukum setempat di setiap negara anggota EU.

SEC menerbitkan draf aturan pengungkapan pembayaran pada 11 Desember 2015, yang kebanyakan mengadopsi model EU dan bukannya pendekatan yang disarankan API. Kami keberatan atas usulan aturan SEC yang baru dengan alasan yang sama seperti keberatan kami terhadap usulan aturan SEC tahun 2012 dan kami tetap menganjurkan penerapan aturan yang mengeluarkan data yang dapat diakses dan digunakan warga negara tuan rumah sekaligus melindungi perusahaan dari kerugian persaingan.

Salah satu program global yang mendorong transparansi dan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, masyarakat sipil, dan lembaga keuangan adalah Extractive Industries Transparency Initiative (EITI). Prakarsa ini dikhususkan untuk memperkuat tata laksana pemerintahan dengan meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di sektor ekstraktif. Perusahaan dan pemerintah yang berpartisipasi dalam EITI melaporkan pembayaran dan penghasilan secara terpisah, sehingga EITI dapat merekonsiliasi perbedaan jumlah totalnya dan mempublikasikan pendapatan pemerintah total yang tervalidasi.

Sejak pendirian EITI lebih dari sepuluh tahun yang lalu, ExxonMobil berperan aktif baik di tingkat sekretariat maupun negara. Selalu ada perwakilan ExxonMobil di dewan EITI, baik sebagai anggota utama atau alternatif, sejak program ini dimulai. Pada tahun 2013 program ini merilis perluasan Standar EITI yang menjabarkan bagaimana negara dapat menerapkan EITI. Standar ini memerlukan komitmen dari semua peserta sebagaimana dinyatakan dalam Prinsip 5: "Kami menegaskan pentingnya transparansi oleh pemerintah dan perusahaan di industri ekstraktif serta perlunya meningkatkan manajemen dan akuntabilitas keuangan publik."

Upaya kami pada tahun 2015 berfokus untuk membantu negara anggota EITI tempat kami beroperasi, untuk mematuhi perluasan ketentuan Standar 2013. ExxonMobil mendukung proses aplikasi, validasi, dan implementasi EITI di 20 negara, dan kami bekerja bersama pemerintah di sejumlah negara lain, termasuk Guinea Khatulistiwa dan Meksiko, yang sedang mempertimbangkan untuk bergabung dengan EITI. Saat ini ada sekitar 50 negara yang merupakan anggota yang memenuhi syarat atau yang telah diterima sebagai kandidat untuk mulai melaporkan menurut standar EITI.

Tutup