Lompat ke konten utama
Cari

Mengurangi emisi gas rumah kaca di dalam operasi kami sendiri

Seiring usaha kami meningkatkan produksi minyak dan gas alam untuk memenuhi permintaan energi global, kami berkomitmen untuk terus mengambil berbagai tindakan mengurangi emisi gas rumah kaca dalam operasi kami.

ExxonMobil memiliki serangkaian proses tangguh yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi emisi, dan berkontribusi pada solusi efektif jangka panjang untuk mengelola risiko perubahan iklim. Berbagai proses ini melibatkan, apabila sesuai, penetapan tujuan yang disesuaikan di tingkat bisnis, lokasi, dan perlengkapan, kemudian mengarahkan kemajuan untuk memenuhi tujuan ini. Berdasarkan pengalaman puluhan tahun, ExxonMobil percaya bahwa pendekatan ketat dari bawah ke atas ini adalah cara yang lebih efektif dan bermakna untuk mendorong peningkatan efisiensi serta menurunkan emisi gas rumah kaca daripada sekadar menetapkan target perusahaan di tingkat pimpinan. Kami juga percaya bahwa penggunaan pendekatan ini secara berkelanjutan dapat menghasilkan peningkatan lebih jauh di semua sektor bisnis kami.

Dalam jangka pendek, kami sedang mengupayakan peningkatan efisiensi energi sambil mengurangi flaring, venting, dan emisi fugitif dalam operasi kami. Dalam jangka menengah, kami menerapkan teknologi yang telah terbukti, seperti kogenerasi serta penangkapan dan sekuestrasi karbon, apabila layak secara teknis dan ekonomis. Dalam jangka panjang, kami melakukan dan mendukung penelitian untuk mengembangkan teknologi terobosan yang mengubah industri. Sejak 2000, ExxonMobil telah mengeluarkan sekitar $7 miliar untuk mengembangkan solusi energi rendah-emisi.

Pada 2015, emisi gas rumah kaca ekuitas net ExxonMobil mencapai 122 juta ton setara CO2. Relatif terhadap kinerja 2014, emisi 2015 menurun sekitar 1 juta ton setara CO2. Penurunan ini terutama disebabkan oleh peningkatan efisiensi energi dan divestasi aset.

Diagram — Pada 2015, emisi gas rumah kaca ekuitas net ExxonMobil mencapai 122 juta ton setara CO2. Relatif terhadap kinerja 2014, emisi 2015 menurun sekitar 1 juta ton setara CO2. *Penghitungan kami didasarkan pada panduan yang diberikan dalam Kompendium Metodologi Estimasi Emisi Gas Rumah Kaca API untuk Industri Minyak dan Gas serta Panduan Industri Petroleum untuk Melaporkan Emisi Gas Rumah Kaca IPIECA.

Diagram — Melalui komitmen pada efisiensi energi, penerapan proses terstruktur, dan penggunaan pendekatan dari bawah ke atas secara berkelanjutan, kami terus memberikan hasil terbaik di industri ini. Sebagai contoh, emisi gas rumah kaca yang dinormalkan dari bisnis Hilir kami berjumlah total 18,9 ton per 100 ton throughput atau produksi pada tahun 2015. Jumlah ini mewakili perbaikan sebesar 13 persen dibandingkan dengan kinerja  kami di tahun 2006.

Diagram — Pada 2015, emisi gas rumah kaca yang dapat dicegah akibat tindakan ExxonMobil berjumlah 20,5 ton, kumulatif sejak 2006. Jumlah ini mewakili tambahan penurunan sebesar 0,8 juta ton dibandingkan dengan kinerja 2014. *Kumulatif sejak 2006.

Efisiensi energi

Pada 2015, energi yang digunakan dalam operasi kami berjumlah 1,7 miliar gigajoule. Energi yang dikonsumsi dalam operasi kami menghasilkan lebih dari 80 persen emisi gas rumah kaca langsung kami dan merupakan salah satu biaya operasi terbesar kami. Karena itu, kami berfokus pada efisiensi energi selama beberapa puluh tahun. Sejak 2000, kami menggunakan Sistem Pengelolaan Energi Global di bisnis Hilir dan Bahan Kimia, dan Sistem Pengelolaan Energi Operasi Produksi di bisnis Hulu untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang penghematan energi.

Melalui komitmen pada efisiensi energi, penerapan proses terstruktur, dan penggunaan pendekatan dari bawah ke atas secara berkelanjutan, kami terus memberikan hasil terbaik di industri ini. Sebagai contoh, pada Survei Industri Pengilangan 2010, 2012, dan 2014, operasi pengilangan global ExxonMobil mencapai kinerja efisiensi energi kuartil pertama.

Survei Solomon memberikan penilaian tolok ukur global untuk industri pengilangan dan dilakukan setiap dua tahun.

Flaring

Pada 2015, volume flaring dari gabungan operasi Hulu, Hilir, dan Bahan Kimia berjumlah total 5,3 juta ton. Jumlah ini mewakili penurunan sebesar 0,8 juta ton dibandingkan dengan kinerja 2014.

Diagram — Pada 2015, volume flaring dari gabungan operasi Hulu, Hilir, dan Bahan Kimia berjumlah total 5,3 juta ton. Jumlah ini mewakili penurunan sebesar 0,8 juta ton dibandingkan dengan kinerja 2014.

Peningkatan flaring pada 2015 ini terutama disebabkan oleh operasi di Angola karena tidak beroperasinya pabrik gas alam cair (LNG) yang dioperasikan oleh pihak ketiga. Peningkatan ini sebagian diimbangi oleh pengurangan flaring yang dihasilkan dari penyelesaian pekerjaan persiapan (commissioning) di pabrik LNG Papua Nugini dan perbaikan operasional di ladang produksi Usan di Nigeria.

ExxonMobil adalah anggota pendiri Global Gas Flaring Reduction Partnership. Selain itu, kami menerapkan parameter sendiri, Standar Lingkungan Pengurangan Flaring dan Venting Hulu untuk Proyek, pada 2005. Karena itu, sasaran kami adalah untuk secara bertanggung jawab menghindari flaring rutin dalam proyek Hulu baru dan mengurangi flaring "warisan" dalam operasi yang sudah berjalan.

Sebagai contoh, operasi patungan kami di Qatar belum lama ini mulai menggunakan fasilitas pemulihan jetty boil-off gas (JBOG) untuk memulihkan gas alam yang sebelumnya dibakar (flared) sewaktu pemuatan kapal LNG di pelabuhan marina yang terletak di Ras Laffan Port. Sekitar 1 persen LNG yang dimuat ke kapal menguap karena perbedaan suhu antara LNG dan tangki kapal. Fasilitas pemulihan JBOG mengumpulkan gas yang menguap ini dan mengembalikannya ke pabrik LNG untuk digunakan sebagai bahan bakar atau diubah kembali menjadi LNG. Selama satu tahun operasi, fasilitas JBOG berhasil memulihkan lebih dari 500.000 ton gas dan mengurangi flaring terkait pemuatan kapal LNG mencapai sekitar 90 persen.

Emisi venting dan fugitif

Emisi venting dan fugitif kami pada 2015 berjumlah total 6 juta ton setara CO2, yang boleh dikatakan tidak berubah jika dibandingkan dengan kinerja 2014. Pada saat emisi venting dan fugitif, yang umumnya berupa metana, mewakili sekitar 5 persen dari emisi gas rumah kaca kami, kami menyadari pentingnya mengurangi emisi-emisi ini. Kami terus mencari cara yang hemat biaya untuk mengurangi emisi metana dan hidrokarbon lainnya dalam operasi kami, misalnya dengan mengganti perangkat pneumatis yang banyak mengeluarkan gas dengan teknologi emisi-rendah dan melakukan penyelesaian sumur hijau di target operasi Hulu.

Mengurangi emisi metana di XTO Energy

XTO Energy mengelola emisi metana sebagai bentuk tanggung jawab atas keselamatan dan pelestarian lingkungan. Praktik pengisolasian metana secara bertanggung jawab diterapkan selama operasi pengeboran, penyelesaian, dan produksi untuk meminimalkan emisi metana. Kami mengelola metana melalui gabungan tindakan sukarela dan wajib, misalnya menerapkan program deteksi kebocoran dan reparasi, mengurangi emisi penyelesaian minyak dan gas, dan menargetkan penggantian perangkat pneumatis yang banyak mengeluarkan gas dengan perangkat beremisi rendah.

Foto — Paula Byrum memeriksa perlengkapan di lokasi operasi XTO Energy di dekat Herbert Springs, Arkansas.

Setelah pengeboran dan penyelesaian sumur baru, pekerja kami menyiapkan perangkat produksi untuk digunakan dalam operasi selama puluhan tahun. Salah satu bagian terpenting dari persiapan ini adalah memastikan bahwa produk gas alam diisolasi oleh perlengkapan produksi. Kami menggunakan kamera pencitraan gas untuk menentukan lokasi kebocoran yang tidak akan terlihat jika tidak menggunakan kamera ini, sehingga kami dapat mendeteksi kebocoran dan melakukan perbaikan. Perhatian pada hal-hal kecil ini penting untuk semakin meningkatkan keselamatan dan kinerja lingkungan.

Makin lama, perhatian kalangan ilmiah dan pembuat kebijakan terhadap emisi metana terkait manusia makin besar. Di Amerika Serikat, kami bekerja bersama pemerintah federal dan negara bagian dan di dalam industri untuk memastikan bahwa regulasi yang ditujukan untuk mengurangi emisi metana dan senyawa organik volatil secara memadai mendukung operasi jangka panjang, mencapai tujuan pengurangan emisi, dan memberikan ruang gerak untuk teknologi.

Kami terus berupaya untuk lebih memahami jumlah dan karakteristik emisi metana terkait industri minyak dan gas. XTO Energy berpartisipasi dalam penelitian yang dilakukan oleh University of Texas dan Environmental Defense Fund yang menghitung laju kebocoran metana di Amerika Serikat dari aktivitas produksi gas Hulu yang mencapai 0,4 persen dari total gas yang diproduksi. Hasil penelitian ini turut memvalidasi estimasi Environmental Protection Agency. Kami aktif dalam penelitian metana berkelanjutan, termasuk berpartisipasi dalam penelitian rekonsiliasi pengukuran metana bersama Laboratorium Nasional Energi Terbarukan, Departemen Energi, untuk menutup kesenjangan pengetahuan antara metana yang diukur pada berbagai sumber di tanah dan metana yang diukur dari udara. Kami juga bekerja sama dengan Stanford University dalam Prakarsa Gas Alam baru, yang berfokus pada teknologi pengukuran dan pemantauan metana.

Kogenerasi (cogeneration)

Teknologi kogenerasi berfungsi mengikat panas yang dihasilkan dari produksi listrik untuk digunakan dalam kegiatan produksi, pengilangan, dan pemrosesan bahan kimia. Karena sifatnya yang mengefisienkan energi, penggunaan kogenerasi menyebabkan berkurangnya emisi gas rumah kaca. Fasilitas kogenerasi kami saja sudah berhasil menghindari sekitar 6 juta ton emisi gas rumah kaca per tahun.

Kami memiliki saham di lebih dari 100 instalasi di lebih dari 30 lokasi di seluruh dunia, yang mampu membangkitkan sekitar 5.500 megawatt. Kapasitas ini setara dengan energi tahunan yang diperlukan untuk mendayai 2,5 juta rumah AS. Selama sepuluh tahun terakhir, kami telah menambahkan kapasitas kogenerasi lebih dari 1.000 megawatt dan terus mengembangkan peluang investasi tambahan.

Sebagai contoh, ExxonMobil memulai pembangunan fasilitas kogenerasi baru berkapasitas 84-megawatt di lokasi pengilangan Jurong di Singapura. Saat fasilitas ini selesai pada 2017, ExxonMobil akan memiliki kapasitas kogenerasi lebih dari 440 megawatt di Singapura, sehingga kompleks pengilangan dan petrokimia terpadu kami akan sanggup memenuhi semua kebutuhan negara itu.

Lebih Dekat dengan: Mengelola risiko bisnis perubahan iklim

Pada 2040, jumlah penduduk dunia diproyeksikan akan mencapai 9 miliar — meningkat dari sekitar 7,2 miliar saat ini — dan PDB akan meningkat lebih dari dua kali lipat. Akibatnya, permintaan energi global akan meningkat sekitar 25 persen dari 2014 hingga 2040. Untuk memenuhi permintaan ini, kami meyakini bahwa semua sumber energi ekonomis, termasuk cadangan hidrokarbon yang ada, akan diperlukan. Kami juga meyakini bahwa transisi sistem energi global ke sumber rendah emisi akan memakan waktu puluhan tahun karena besarnya skala, tingginya modal, dan kerumitannya. Karena itu, kami meyakini bahwa cadangan hidrokarbon kami yang sudah terbukti, tidak akan terlantar.

Energi dan Karbon Mengelola Risiko

Ramalan tahunan jangka panjang ExxonMobil, Wawasan Energi, membahas tren persediaan dan permintaan energi untuk kurang lebih 100 negara, 15 sektor permintaan, dan 20 jenis energi. Wawasan ini membentuk landasan untuk strategi bisnis perusahaan dan turut memandu keputusan investasi kami. Untuk menanggapi proyeksi kenaikan permintaan bahan bakar dan listrik global, Wawasan 2016 memperkirakan bahwa emisi CO2 global terkait energi akan memuncak pada sekitar 2030 dan kemudian menurun. Ada sejumlah kecenderungan yang menyebabkan penurunan ini — termasuk pertumbuhan populasi yang melambat, ekonomi yang makin matang, dan peralihan ke bahan bakar yang lebih bersih seperti gas alam dan energi terbarukan — ada yang dilakukan secara sukarela dan ada juga yang karena diharuskan oleh kebijakan.

Diagram — Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi. Lihat situs web Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (oecd.org) untuk mengetahui daftar anggotanya.

ExxonMobil menyikapi potensi kebijakan perubahan iklim masa depan, termasuk kemungkinan pembatasan emisi, dengan memperkirakan biaya karbon. Biaya ini, yang di beberapa wilayah geografi dapat mendekati $80 per ton pada 2040, telah tercantum dalam Wawasan kami selama beberapa tahun. Pendekatan ini berupaya mencerminkan kebijakan yang mungkin diterapkan pemerintah terkait dengan eksplorasi, pengembangan, produksi, transportasi, atau penggunaan bahan bakar berbasis karbon. Kami percaya bahwa pandangan kami tentang potensi tindakan kebijakan masa depan ini realistis dan sama sekali bukan kasus "biasa-biasa" saja. Kami mengharuskan semua lini bisnis untuk menyertakan, apabila sesuai, estimasi biaya emisi terkait gas rumah kaca dalam perhitungan ekonomi ketika mencari pendanaan untuk investasi modal.

Kami mengevaluasi potensi investasi dan proyek dengan menggunakan berbagai kondisi ekonomi dan harga komoditas. Kami menetapkan margin besar yang hati-hati dalam asumsi perencanaan untuk membantu memastikan laba yang kompetitif di berbagai kondisi pasar. Kami juga melakukan uji tekanan dari segi keuangan saat menjajaki peluang investasi, yang memberikan margin tambahan terhadap ketidakpastian, seperti yang terkait dengan perkembangan teknologi, biaya, geopolitik, ketersediaan bahan, layanan, dan tenaga kerja yang diperlukan. Uji tekanan ini selanjutnya memungkinkan kami mempertimbangkan berbagai jenis lingkungan pasar dalam proses perencanaan dan investasi kami.

Tutup