Lompat ke konten utama
Cari

Teknologi seismik 4D

Selama produksi, perubahan tekanan reservoir, suhu, dan saturasi cairan dapat menyebabkan perubahan penting pada sifat fisik bebatuan reservoir itu sendiri.

Kami dapat melacak perubahan ini dengan mengulangi survei seismik 3D seiring dengan waktu untuk membuat gambar seismik selang-waktu atau "4D". Penafsiran data seismik 4D turut memastikan perolehan minyak dan gas yang optimal dan bertanggung jawab dari ladang yang ada.

Teknologi seismik selang-waktu yang dikembangkan dan diterapkan oleh ExxonMobil, termasuk inversi medan gelombang lengkap 4D, menghasilkan gambar tajam perubahan seismik, sehingga kami dapat menafsirkan perubahan dalam reservoir secara lebih pasti. Dipadukan dengan data produksi ladang konvensional dan model reservoir, metode seismik 4D turut meningkatkan produktivitas aset produksi ExxonMobil berkat pengambilan keputusan yang lebih baik terkait data tersebut.

Foto — Dalam peta seismik 4D seperti peta ini yang diambil dari ladang minyak Afrika Barat, setiap wilayah dalam peta mewakili area perubahan dalam reservoir selama jangka waktu tertentu. Di sini, biru menunjukkan pergerakan air dan merah menunjukkan peningkatan gas. Mengetahui tahapan perubahan kandungan cairan suatu reservoir selama masa produksi sangat penting untuk mengekstraksi sumber daya secara efisien. Dalam hal ini, air diinjeksikan ke dalam reservoir untuk turut mempertahankan tekanan, sehingga menghasilkan perolehan minyak lebih banyak dan mengurangi perlunya pengeboran tambahan.

ExxonMobil telah menerapkan teknologi seismik 4D di berbagai wilayah geografis, lingkungan geologis, dan skenario produksi – dari memantau keluasan air dan gas (lihat gambar) di sumur produksi laut-dalam Angola hingga proses pemulihan termal yang digunakan di ladang minyak berat Cold Lake di Alberta, Kanada. Pengalaman kami membuktikan bahwa metode seismik 4D dapat meningkatkan pemahaman tentang reservoir dengan mengidentifikasi ruang-ruangnya yang khas dan memetakan jalur aliran cairan yang paling mudah ditembus. Data ini dapat digunakan untuk menentukan lokasi minyak dan gas yang belum diproduksi, sehingga meningkatkan efisiensi sumur yang ada serta mengurangi perlunya sumur dan pengeboran tambahan.

Tutup